Kamis, 23 April 2020

Muhasabah Diri Pembangunan Bangsa


KEBIASAAN MU adalah KUALITAS DIRI MU
By: Sahdi Saputra

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semoga para pembaca tidak pernah bosan membaca goretan penulis yang miskin ilmu ini.
Sebelum penulis menyampaikan maksud dan inti tulisan ini, izinkan penulis bercerita sedikit..

Penulis lahir tepatnya 26 tahun silam (lumayan sdah tua ya😂). Lahir di lingkungan yang homogen, penuh dengan aktivitas yang tanda kutip "kurang baik". Masyarakat bertindak/berprilaku banyak menggunakan kekuatan otot daripada kekuatan intelektual atau kecerdasan dalam berpikir.

Singkat cerita, banyak teman bergaul/bersosialisasi memiliki karakter yang keras, baik keras dalam ucapan, tindakan dan pola pikir. Tidak jarang penulis selalu bertentangan dan mengalah dalam hal perdebatan.

Kualitas diri merupakan kumpulan nilai, karakter, sikap, cara berpikir dan kebiasaan yang dimiliki seseorang. Kualitas diri tidak terbentuk dengan otodidak atau muncul seketika. Dibalik karakter seseorang ada proses panjang yang membentuk nya, baik dari lingkungan, tontonan, bacaan dan kebiasaan yang dilakukan.

Pertanyaannya, kapan mulai pembentukan kualitas diri seseorang?
Kualitas diri seseorang mulai dibentuk sejak Ia lahir. Sebagaimana Hadist Riwayat Al- Baihaqi dan Ath-Thabarani "Setiap manusia yang dilahirkan ibunya di atas fitrah. Kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi".

Orang tua merupakan Madrasyah pertama bagi anaknya, orang tualah yang bertanggung jawab penuh untuk membentuk kualitas diri seseorang sejak dini. Sebagai contoh singkat, anak yang terbiasa mendapatkan bentakkan atau ucapan keras, tentu akan berbeda kualitas dirinya dengan anak yang senantiasa mendapatkan kelembutan dan kasih sayang.

Tidak hanya berhenti sampai di orang tua, lingkungan juga sangat berperan besar dalam menentukan kualitas diri seseorang. Baik lingkungan formal ataupun non formal. Tidak jarang kita melihat seorang anak yang orang tuanya tidak bisa membaca Al-Quran ataupun terbata-bata namun anaknya mampu Hafidz Qur'an.
Sahabat pembaca, kebiasaan kebiasaan kecil yang sering kita lakukan atau yang sering kita alami, yang langsung menyinggung pada pola hidup kita lambat laun akan menjadi sebuah kebiasaan kita. Seperti ungkapan berikut ini " Awalnya aku membentuk sebuah kebiasaan, namun pada akhirnya kebiasaan itulah yang membentuk diriku".

So, mari kita bangun kualitas diri kita, anak didik kita, anak kandung kita, anak bangsa kita, sehingga bangsa kita menjadi bangsa yang berkualitas. Sederhananya adalah, jika ingin merubah bangsa maka terlebih dahulu rubah diri kita dan keluarga kita.
Salam hangat dan salam semangat untuk kita semua.

Wassalamualikum warohmatulohi wabarakatuh
#pendidikanindonesia
#gurukreatif
#waykanan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar