PEJUANG MEREKA AKAN SIA-SIA
By: Sahdi Saputra
By: Sahdi Saputra
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Beberapa hari yang lalu aku berbincang dan diskusi dengan temen-teman, tentunya dengan latar belakang profesi dan pendidikan yang majemuk. Topik yang dibahas tidak lain tidak bukan adalah pandemi wabah yang sedang menjangkit bumi pertiwi..
Dengan latar belakang dan profesi yang berbeda tentu pendapat dan pandangan temen-temen ku akan berbeda.
Mulai dari yang berlatarbelakang pendidikan dengan profesi seorang guru, teman yang hanya tamat SMA yang berprofesi sebagai kuli upahan dan buruh pabrik sampai dengan yang berlatarbelakang kesehatan dengan profesi seorang perawat.
Singkat cerita, dibalik diskusi kami yang menarik, aku tertarik dengan ungkapan dan celotehan seorang temanku yang berlatarbelakang kesehatan dengan profesi perawat.
Beliau berkata, "kamuorang mah enak, hanya pusing sama bagaimana menyusun pembelajaran dan pusing susah cari uang karena gak ada upahan dan pabrik tutup. Lah saya, bukan hanya pusing karena keuangan menipis, tapi juga harus berperang melawan wabah yang notabene nya gak keliatan".
Serentak aku dan teman yg lain termenung. Ternyata aku baru sadar teman ku dengan profesi seorang perawat sedang berjuang melindungi kami, berjuang melawan wabah demi bumi pertiwi.
Aku tak bisa membayangkan apalagi harus merasakan, bagaimana rasanya menggunakan APD (Alat Pelindung Diri). Bagi dokter dan perawat, mereka diharuskan menggunakan masker N95 atau ekuivalen, gaun khusus, sepatu bot, pelindung mata atau face shield, sarung tangan bedah karet steril dan sekali pakai, penutup kepala, dan apron. (Sumber: beritasatu.com)
" Kalian mau tau rasa gimana kami seharian pakai APD?". Tanya teman tenaga kesehatan
"Gimana?". Tanya kami..
"Coba kalian pakai jaz hujan, pakai sepatu boot, tutup tangan kalian dengan plastik, lalu gunakan hlem. Seperti itulah rasanya. Pasti basah baju kalian dengan keringat". Jawabnya
Sebuah perjuangan yang luarbiasa teman-teman kami dari kalangan profesi kesehatan, bukan hanya berjuang untuk diri pribadi tapi juga demi warga masyarakat bumi pertiwi. Sebuah profesi yang sangat menantang maut demi menyelamatkan orang lain. Sedikit saja melakukan kelalaian maka jurang wabah siap merebah ke tubuh mereka..
Begitu banyak para suhada tenaga kesehatan yang telah gugur melawan wabah ini, baik dari kalangan perawat, dokter, atau bahkan ahli sekalipun..
Teman-teman tenaga kesehatan titip pesan untuk kita semua, hargai perjuangan mereka, jangan kita buat perjuangan mereka menjadi sia-sia, dengan tidak mengindahkan #DIRUMAHAJA.
Kata-kata itu bukan hanya sekedar hashtag belaka, kata-kata tersebut bukan hanya sekedar pajangan dan pengekor di status atau di pamflet. Kata-kata tersebut adalah sebuah pesan untuk kita semua, agar kita bantu mendukung perjuangan teman-teman kesehatan yang sekarang sebagai garda terdepan untuk melawan wabah..
Pemerintah ingin menekan tingkat penyebaran wabah ini dengan menerapkan social distancing. Dengan tidak banyak bersosialisasi dengan orang lain diharapkan wabah tidak banyak menjangkit masyarakat kita. Caranya hanya cukup satu, yaitu DIRUMAHAJA.
Dengan demikian tentara musuh teman-teman tenaga kesehatan kita tidak akan terus bertambah setiap hari, jam, atau bahkan menitnya. PERJUANGAN MEREKA AKAN SIA-SIA jika kita TIDAK DISIPLIN dan TIDAK MENGINDAHKAN NYA.
"KAMI akan selalu ada DIRUMAH SAKIT dan PUSKESMAS demi kalian. Tolong kalian DIRUMAH AJA demi kami".
Sebagai akhir dari segelintir tulisan ini. Aku ingin mengingatkan diri pribadi dan kita semua, maut memang sudah ditetapkan oleh Allah. Kapan, dimana, bagaimana caranya sudah menjadi ketetapan Allah. Namun ikhtiar perlu kita lakukan sebagai makhluk Allah, setalah ikhtiar sudah kita lakukan, doa telah dipanjatkan, terakhir adalah tawakkal.
Semoga kita senantiasa diberikan perlindungan dan kesehatan oleh Allah dimanapun kita berada.
Salam hangat dan semangat untuk kita semua.
Wassalamualikum warohmatulohi wabarakatuh
#dirumahaja
#displin
#perjuangan
#tenagakesehatan
#gurukreatif
#waykanan
#displin
#perjuangan
#tenagakesehatan
#gurukreatif
#waykanan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar